Rabu, 20 Oktober 2010

status status ustadz cinta

Bismillaah..
Saudara2ku, tekadkan bhwa hr ini hrs LEBIH BAIK drpd kemarin.. Selalu LURUSKAN NIAT dan SEMPURNAKAN IKHTIAR, iringi dgn DZIKIR dan ISTIGHFAR serta akhiri dgn TAWAKAL.. Smg ALLAH memberi KEJUTAN2 KEBERKAHAN, di hari ini dan hr esok.. Allahumma Amien..

ya ALLAH, Wahai yg mmudahkn sgla yg sukar, wahai yg mnyambung sgla yg patah, wahai yg mnemani smua yg trsendiri, wahai pngaman sgla yg takut, wahai pnguat sgla yg lemah: mudahkn sgla yg susah..
Wahai yg tiada mmerlukan pnjelasn & pnafsiran: hajat kami kpdMu amatlh bnyak, Engkau Maha Tahu dan Melihatnya.

Selesainy sbuah amanah prtanda akn dtg amanah yg baru.. Ciri org hidup adlh punya masalah dan amanah. Jika merasa gak pnya masalah dan amanah skecil apapun, dpertanyakn keHIDUPannya...
Tinggal bgmna kita mngatasi masalah dan amanah itu.. Prbanyak dan tingkatkn ilmu, iman dan taqwa.. Insya Allah.. (19102010)

kehidupan seseorang dtentukn olh bbrp hal,antara lain: dgn siapa ia brteman dan buku apa saja yg ia baca... ~Ustadz Cinta..

adilah sprti AIR yg SUCI lg menyucikan. Brgerak utk mnghidupkn, mngalir utk kbaikn.. Memancar dgn kkuatn, dkelola mnjdi energi bagi khidupn.. Brjuang terus dan belajar maknai kehidupan.. Menjadi lbh baik, mmberi yg trbaik, and do the best for we are life..

Bila engkau penat menempuh jalan panjang, menanjak dan berliku.. dengan
perlahan ataupun berlari, berhenti dan duduklah diam.. pandanglah ke
atas.. 'Dia' sedang melukis pelangi untukmu :)

persaudaraan yang akan kekal adlh yg dlandasi dgn iman.. 'saling mnasihati dlm kbaikn dan kesabaran.' tak akn merugi, bhkan dtambah rezeki, tak kn kecewa, bhkan dtambah usia...
*Nikmatnya Ukhuwah Islam...

Cairkan makanan kalian dengan zikir kepada Allah dan shalat dan
janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat
hati kalian menjadi keras” (HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)

Aku tahu rizqiku tdk akan diambil org lain, krn itulah qolbuku sll tenang. Aku tahu amal prbuatanku tdk akan dpt dtunaikan org lain, krn itulah aku sibuk mengerjakannya. ku tau jodohku tak akn diambil orang oleh krena itu aku tenang

jd inget status2 awal bikin akun fb; ya Allah, trlalu bnyak limpahan rahmat+rezekiMu pd hamba.. Skrg prtnyaan skaligus prmohonnny: Ya Allah tunjukkn jln2 corong rezeki yg Engkau berkahi dan diridhoiMu.. Amien..

semoga Allah mengabulkan do'a-do'a kita... mewujudkan mimpi-mimpi kita.. meski terkadang, Allah memberinya lain dari yang kita harapkan, namun yakinlah saudaraku... itu yang terbaik. pemberian Allah itu adalah yang kita butuhkan, bukan sekedar apa yang kita inginkan...:D
*Kenyataan hari ini adalah mimpi-mimpi kita waktu... dahulu.
**Mimpi kita hari ini, kenyataan hari esok....:) ;)

semakin besar perhatian seseorang pada sesuatu selain ALLAH, semakin besar kekecewaan yang akan ditanggungnya.
*Maka, cintailah sewajarnya, karena suatu saat pasti mengalami rasa benci. bencilah sewajarnya, karena suatu saat pasti mengalami rasa cinta... (*Ustadz Cinta*)

do'a pagi ini: Ya Allah, hamba ini suka lupa dan lalai. Maka, berilah hamba ksadarn utk slalu mngingat-Mu dlm brbagai keadaan, berilh hamba ksadasn stiap wktu akn datangnya keMATIan. Amien (Umar bin al-Khathab)
READ MORE - status status ustadz cinta

Jumat, 08 Oktober 2010

Sudah Jatuh, Ketimpa Durian Runtuh

“Kring..kring…”, sore itu handphone saya berbunyi tanda ada sms masuk. Setelah saya lihat dan saya baca, ternyata ada sms dari Dyah (bukan nama samara, bukan juga korban kekerasan keluarga) -seorang teman di facebook yang usianya lebih muda dari saya, sehingga dia manggil saya dengan sebutan Kakak. Isinya kurang lebih seperti ini: “Kak, ntar jam17 Dyah ada rapat penting.. semoga gak pada ngaret temen-temennya.” Saya pun menjawabnya, “yo wis, silahkan... semoga teman2nya gak pada ngaret.. Amien”
Dyah Tri Kusuma Dewi, ia adalah seorang perantau dari Jepara yang sedang kuliah di STIKES Muhammadiyah, Yogyakarta. Saya mengenalnya di dunia jejaring sosial, facebook. Memang, jika ada teman facebook yang membuat saya ingin lebih kenal dan sharring dengannya, saya suka meminta nomor kontak atau YM!-nya. Terlebih pada teman-teman yang mempunyai keahlian khusus, seperti seorang penulis dan fotographer yang sesuai dengan minat saya. Selain itu, saya suka dengan orang-orang yang merantau. Salah satunya, Mbak Dyah ini.
Kembali ke laptop!! Nah, menjelang jam 17.15, dyah mengirim SMS lagi ke saya bahwa belum ada satupun undangan yang hadir. Padahal sebelumnya ia mengira bahwa ia akan terlambat datang. Saya membalas sms itu dengan kalimat, “sabar saja, mungkin jam mereka disetting Waktu Indonesia Bagian Ngaret,..hehe..”
Akhirnya Dyah pun jadi mengikuti rapat, meskipun dimulainya telat. Imbasnya, jam pulangnya pun menjadi terlambat. Yang harusnya jam 20.00 sudah beres, tapi selesainya jam 21.00 WIB. Ngaret satu jam dari rencana.
Setelah selesai rapat, Dyah pun bergegas ke parkiran. Ternyata, helm yang disimpan di motornya sudah raib. “Kak, helm Dyah raib, biasanya disini aman-aman saja.” Isi sms-nya sekitar jam 21.10. saya jawab, “Ya, lain kali mah digantung di motor sambil di kaitkan di box motor, supaya gak kecolongan lagi.” Dyah pun harus menanggung resikonya: membeli helm baru, padahal keuangan yang dimilikinya tidak menganggarkan untuk membeli hal-hal semacam ini.
Malam pun larut. Dyah mencoba untuk istirahat dan menghilangkan pikiran tentang musibah yang sudah menimpanya tadi.
Keesokan harinya, tepatnya sekitar jam 13.00. Dyah pun kembali mengirim sms yang membuat saya kaget, “Kak, Dyah hampir maut, meninggal. Dyah jatuh dari motor. Tabrakan di tikungan jalan.” Saya pun membalasnya, “Masya Allah, kenapa bisa gitu? Gimana kronologinya??”
Dyah pun menceritakan kronologis kejadiannya lewat sms. “Gini Kak, Dyah itu lagi perjalanan pulang. Habis beli helm yang baru. Sesampainya di sebuah tikungan, Dyah nda lihat arah dari depan, tiba-tiba ada motor juga. Saat itu, kami tidak sempat salingmelihat kea rah depan. Akhirnya Dyah pun jatuh dari motor karena ditabrak dari arah depan.” Ujarnya.
“Kacamata Dyah pun pecah. Yang tersisa Cuma bingkainya, kacanya entah kemana. Rugi modal 100%. Pelipis Dyah harus dijahit, karena terkena pecahan kacamata yang pecah itu.” Lanjut Dyah. “Ya, mungkin ini musibah yang khusus dari Allah swt. untuk Dyah, Kak. Helm yang baru saja dibeli udah lecet lagi. Padahal Dyah udah hati-hati Kak..” tambahnya.
Tak sampai disana, Dyah harus menjalani pengobatan di PKU Muhammadiyah Yojyakarta, karena pelipis yang terkena pecahan kaca itu harus mendapat satu jahitan. Sesuai dengan kesepakatan, Dyah pun membagi mengatasi kerugian yang ada. Dyah bersedia untuk membeli obat-obatannya, karena ia mempunyai askes. Sedangkan bapak-bapak yang menabraknya membiayai perawatan/ jahitan pelipis mbak Dyah ini. Entah siapa yang salah, kahir-akhirnya Dyah pun berurusan dengan polisi karena kasusnya ini. SIM dan STNK motornya harus ditahan. Polisi, yang menurut Dyah ternyata tetangganya di sekitar asramanya ini berpesan supaya lebih hati-hati. “Kecelakaan yang terjadi itu disebabkan karena sebuah pelanggaran.” Ucap Polisi.
Dari cerita di atas, saya menangkap banyak hikmah pada kejadian ini. Saya teringat ungkapan Allah dalam Al-Qur’an bahwa, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Qs. Al-‘Ankabut [29]: 2)
Seperti seorang siswa SD yang akan naik kelas. Maka, ia pun pasti akan menghadapi Ujian Naik Kelas, untuk mengetahui apakah ia berhak naik ke kelas yang lebih tinggi atau mengulang lagi di kelas yang sama tingkatannya. Kalau ia bisa menjawab semua ujian itu dengan benar dan baik, sebuah keniscayaan bahwa ia dipastikan naik kelas. Kalau sebaliknya, berarti ia harus menjalani (baca: mengulang) lagi pelajaran-pelajaran yang dipelajari di kelas yang sama.
Semoga peristiwa yang menimpa Mbak Dyah juga sama. Kejadian tersebut sengaja Allah takdirkan agar Mbak Dyah naik kelas dalam hal keimanan dan ketaannya kepada Allah Swt. Amien..:D
Dyah pun mengambil banyak hikmah dari berubi-tubi peristiwa-peristiwa yang menimpanya. Dyah bisa memanfaatkan kartu askes yang dimilkinya, yang sudah hampir tujuh tahun tidak dipakanya. Supanya tidak mubazir katanya..
Dyah juga berpesan untuk teman-teman dan dirinya sendiri untuk lebih hati-hati dalam menyimpan barang yang penting, dalam hal ini hlem. Jangan sembarangan menyimpan helm, kalaupun mau disimpan di motor, harus dikaitkan ke boxnya. Harus bisa memakai helm yang benar, jangan asal pasnag di kepala karena kalau tidak pas, akan berbahaya. Saling tolong-menolong, dan jangan melalaikan shalat atau ibadah-ibadah kita kepada Allah Swt. Karena mungkin, ini caraNya dalam mengingatkan supaya lebih taat kepada perintah-perintahNya… inilah kejadian “sudah jatuh, tertimpa durian runtuh.”
Jadi, jangan gampang untuk su’udzan dulu, berburuk sangka kepada Allah atas apa yang ditakdirkannya dan terjadi menimpa kita yang menurut kita tidak meng-enakkan. Dalam Al-Quran, Allah berfirman: “…… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]; 216)
Justru dengan ujian-ujian yang Allah berikan, Allah sedang memberikan kita kesempatan untuk melaksanakan Ujian Kenaikan Kelas Iman dan tqwa kita. Insya Allah…
Wallahu a’lam…..
READ MORE - Sudah Jatuh, Ketimpa Durian Runtuh

Kamis, 30 September 2010

Do’a Walimahan

Dua hari sebelum Idul Fitri 1431 kemarin, seperti biasanya saya mulai saling mengirim sms ucapan "taqobbalallahu minna wa minkum, shiamanaa wa shiamakum." atau "minal a'idzin wal fa idzin." sebagai tanda kemenangan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri tahun ini..
Namun, ada satu SMS yang membuat saya kaget sekaligus bahagia...
Isinya kurang lebih seperti ini, "seiring dengan menjelang Idul Fitri kami menghaturkan taqobbalallahu minna wa minkum, selanjutnya kami mengundang saudara sekalian dalam acara walimatul 'ursyi saya, Siti Aisyah dan Eri, hari Ahad, 19 September 2010 pukul 11-15 wib. bertempat di SD Tanjung, Babakan Tarogong, Kopo-Bandung.”
Saya pun membalas SMS itu dengan kalimat, “Insya Allah akan hadir.”
Di hari H-nya, saya pun bersiap-siap untuk menghadirinya, saya memilih, barang apa yang akan saya berikan kepada salah satu teman saya yang akan menggenapkan setengah dien-nya di hari itu. Saya melihat salah satu buku di rak buku saya yang cocok untuk dijadikan hadiah, buku yang berjudul “Menuju Pernikahan Bahagia.”
Tanggal 19 September itu bertepatan dengan hari Ahad, jadi saya agak nyantai persiapannya. Saya pilih agak siang untuk berangkat. Ternyata, tempatnya agak ribet untuk dicari-cari. Setelah berputar-putar beberapa kali di jalan raya yang sama, akhirnya saya pun menemukan tempat walimahan tersebut. Memang benar, sebuah SD inpres di pedalaman kota Bandung disulap menjadi tempat walimahan.
Suasana Walimahan berbaur dengan suasana Lebaran, wajar saja karena tanggal itu tepat satu pekan lebih dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Ketika sampai di tempat, saya pun bertemu dengan beberapa teman yang juga datang ke walimahan itu. Saya langsung saja menyapa mereka. Karena kami baru bertemu lagi setelah Idul Fitri, maka saat saling berjabat tangan, kami pun saling melontarkan do’a idul fitri, “Taqobbalallahu minna wa minkum, shiamana wa shiamakum.” Semoga Allah menerima amalan dan shaum kita di bulan Ramadhan tahun ini.
Setelah itu, baru kami bersama-sama menyalami kedua mempelai di dalam pelaminan yang diiringi alunan gamelan-degung Sunda. Seterusnya kami mencicipi hidangan yang disediakan. Sambil mencicipi, kami pun berbincang-bincang mengenai kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan dan menyinggung kapan yang belum nikah akan nyusul menggenapkan setengah dien-nya… (ehm..ehm..)
Sebelum kami pamitan pulang, kami pun sempat untuk foto-foto bareng dengan kedua pengantin sebagai tanda bahwa kami menghadiri pernikahan itu, dan bagi teman lainnya sebagai motivasi supaya bisa cepat nyusul…(ehm..ehm.. lagi).
Setelah rangkaian semua itu selesai, kami pun bergegas pulang. Sembari memberikan amplop atau kado, kami pun bersalaman dengan pengantin pria untuk mengucapkan do’a untuk pengantin sekali lagi. Berbeda dengan yang lain, sesaat mengucapkan do’a yang pertama, saya merasakan keganjilan. “Lho, ini kan Do’a halal bi halal. Kenapa dibilang ke pengantin. Harusnya kan doa buat pengantin.” Gerutu saya dalam hati.
Iya, saya membisiki pengantin pria dengan sebuah do’a, “Taqobbalallahu minna wa minkum, shiamana wa shiamakum.” Sesaat sepersekian detik kemudian, saya sadar bahwa do’a itu bukan do’a untuk pengantin. Maka, dengan segera saya melanjutkan doa itu dengan mengucapkan, “barokallohulaka wa baroka alaika wa jama’a baina kumaa fii khoir.”
Hmmm… itulah sekelumit pengalaman saya, hikmanya mah sangat beruntung dan berkahnya bagi teman-teman yang walimahannya di bulan syawwal, karena do’anya bisa dapat double: do’a lebaran dan do’a walimahan.. apalagi kalo di bulan Ramadhan ya? Do’anya ditambah dengan do’a ini: “Allahumma Salimni li romadhonna wa salim romadhona li wa salimhumuthaqobalan.” (Hehe…)
READ MORE - Do’a Walimahan